Not Just Anybody

Aku. Berbagi cerita, berbagi kasih, berbagi opini. Karena kita semua diciptakan untuk berbagi. Jadi… whenever you open this blog, jangan malu-malu berbagi comment ya? Hehehe.

I Want My Money Back

Posted by rNest on January 26, 2010

How’s life, you’d ask me one of these days.
One of these days, I’d say life’s scary.

Kalau boleh diungkapkan dengan lagu, akhir-akhir ini saya benar-benar merasa seperti apa yang Lenka nyanyiin dalam lagu The Show.

Can’t write much tonight. I just hope to get over these heart-wrenching days soon. I think I need some high quality me-time to contemplate everything that’s been happening lately.

- cheers to all -

Posted in Tidbits of Life | 3 Comments »

Love Story

Posted by rNest on January 5, 2010

We were both young when I first saw you
I close my eyes
And the flashback starts
I’m standing there
On a balcony in summer air

See the lights
See the party, the ball gowns
I see you make your way through the crowd
And say hello, little did I know

That you were Romeo, you were throwing pebbles
And my daddy said stay away from Juliet
And I was crying on the staircase
Begging you please don’t go, and I said

Romeo take me somewhere we can be alone
I’ll be waiting all there’s left to do is run
You’ll be the prince and I’ll be the princess
It’s a love story baby just say yes

So I sneak out to the garden to see you
We keep quiet ’cause we’re dead if they knew
So close your eyes
Escape this town for a little while

‘Cause you were Romeo, I was a scarlet letter
And my daddy said stay away from Juliet
But you were everything to me
I was begging you please don’t go and I said

Romeo take me somewhere we can be alone
I’ll be waiting all there’s left to do is run
You’ll be the prince and I’ll be the princess
It’s a love story baby just say yes

Romeo save me, they try to tell me how to feel
This love is difficult, but it’s real
Don’t be afraid, we’ll make it out of this mess
It’s a love story baby just say yes

I got tired of waiting
Wondering if you were ever coming around
My faith in you is fading
When I met you on the outskirts of town, and I said

Romeo save me I’ve been feeling so alone
I keep waiting for you but you never come
Is this in my head? I don’t know what to think
He knelt to the ground and pulled out a ring

And said, marry me Juliet
You’ll never have to be alone
I love you and that’s all I really know

I talked to your dad, go pick out a white dress
It’s a love story baby just say yes

‘Cause we were both young when I first saw you

- by Taylor Swift

Sampai sekarang pun ngga tahu siapa sebenarnya Romeo. Hahahaa. Cuma Tuhan yang tahu dan waktu yang bisa jawab.

Ngomongin soal Romeo-Romeo gini, jadi ingat suatu pemikiran yang muncul abis nonton ulang salah satu episode di serial Friends. Waktu itu adegannya Monica marah sama Ross gara-gara Ross bilang ke Emily pernikahan mereka (Ross dan Emily) sebaiknya diundur aja. Alasan Ross bilang gitu, karena gereja yang rencananya jadi tempat pernikahan mereka tiba-tiba ditutup buat renovasi, padahal Emily pengen banget bisa married di situ.

Di adegan itu, Monica kira-kira bilang begini : “Kamu sih gampang aja bilang kayak gitu! (*mundurin tanggal pernikahan buat nunggu gerejanya selesai direnovasi) Emily mungkin udah ngerencanain setiap detil pernikahan ini sejak umurnya 5 tahun!” Intinya bukan soal gerejanya selesai direnovasi, tapi soal Emily udah dari kecil membayangkan bakal nikah dalam suasana gereja yang dia kenal. Sayangnya Ross ngga ngerti jalan pikirannya Emily.

Setelah sekian kali nonton ulang Friends (hihihiii) dan setelah beberapa kejadian dalam hidup saya, saya jadi berkesimpulan bahwa yang ribet itu bukan berapa bulan yang (katanya) riweuh gara-gara ngurus undangan, foto pre-wed, gedung, catering, lalala, lilili.. tapi nyari Romeo yang mau ngerti dan emang pantas berdiri di depan sana, menunggu saya walking down the aisle. Ngga segampang membalik telapak tangan. Ngga segampang bilang, “gue cocok sama dia”, “ada chemistry antara kita”, “rasanya nyaman kalo jalan sama dia”, dan bla bla bla lainnya.

Udah ah. Mau bobo. Anyway, yang mau denger lagunya bisa download dari box.net saya di sini.

- cheers to all -

Posted in My Prince Charming, Sepenggal Pemikiran | 9 Comments »

I Quit

Posted by rNest on December 3, 2009

2 Desember 2009. 23.54.

So ironic. Di saat pagi tadi mengawali hari dengan renungan tentang mempergunakan waktu dengan baik, justru sepanjang hari ini saya dengan “cerdas”-nya membuang-buang waktu. Kerjaan yang harusnya bisa selesai, malah tertunda dengan indahnya. Jangankan untuk kerjaan yang saya memang kurang suka (seperti ngegabungin laporan tugas). Kerjaan yang saya suka aja (nyari ide buat tema artikel) ngga kesentuh!

Malam ini saya benar-benar seperti ditampar. Manajemen waktu itu ngga cukup cuma niat. Teori-nya boleh aja banyak yang saya tahu. Tapi kalau dari diri saya sendiri ngga mau berkorban untuk mempraktikkan yang saya tahu, ngga ada gunanya 1001 teori manajemen waktu.

Weekend yang lalu saya dan teman-teman pengurus LPMI mendapat kesempatan berharga belajar dari kesaksian hidup Pak Hari Sudarma. Salah satu hal yang beliau bagikan adalah bahwa Tuhan justru memakai orang-orang yang sibuk untuk melakukan pekerjaan-Nya. Kita sering berpikir kita sudah ngga punya cukup waktu; ngga mungkin mengerjakan ini dan itu lagi dengan adanya tanggung jawab a dan b.

Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut.

Sepanjang hari tadi cukuplah sudah untuk menegur dan mengingatkan saya betapa banyak yang masih harus saya kerjakan dan raih.

So.. tonight, I’ve decided to quit. I’m quitting my comfort zone.

Diawali dengan freeze karma di Plurk beberapa menit yang lalu. Plurk itu salah satu mainan yang sebenarnya ngga banyak gunanya buat saya. Kalau ngeblog atau numblr, at least saya bisa mengasah kemampuan menulis saya atau sekadar mencari inspirasi tulisan. Kalau ngeplurk, sejauh ini belum ada manfaat nyatanya buat saya selain bisa pakai emoticon lucu-lucu. Hihihiii.

Langkah-langkah berikutnya akan saya ceritakan nanti. Sekarang saya mau bobo dulu, supaya nanti bisa bangun pagi-pagi. Bagaimana seseorang mengawali hari sangat mempengaruhi bagaimana akhir harinya. Kalau paginya aja udah nunjukin gelagat ngga sigap dengan telat bangun, gimana bisa sigap menghadapi satu hari penuh. Hehehee.

Yuk ah.

- cheers to all -

Posted in Sepenggal Pemikiran, Tidbits of Life | 15 Comments »

Christmas Buzz

Posted by rNest on December 1, 2009

Ngga kerasa udah bulan Desember. Artinya sebentar lagi Natal! Senang. :) Tahun ini sudah dibeliin tiket pulang sama Mama dan Papa. Akhirnya di tahun terakhir kuliah bisa Natalan di rumah. Hehee. Ngga di rumah juga sih, karena bakal ngerayain Natal sambil liburan di tempat lain. Tapi tempatnya lebih dekat ke rumahlah. Hahahaa.

Oya, menyambut Natal kali ini, saya mau melakukan beberapa misi kecil. Yang pertama : ngirim kartu Natal ke Madame Gillet dan keluarga Debras. Heu. Udah lamaaa banget ngga kirim kabar ke Madame Gillet. Mudah-mudahan beliau masih sehat. Dulu waktu di Belgia, rumah Madame Gillet jadi tempat saya main piano sore-sore. Sayangnya Madame Gillet ngga bisa dan malas belajar make komputer, jadi no chance for keeping contact by Internet. Gyaa.

Menurut saya jauh lebih berkesan nerima kartu beneran daripada nerima kartu lewat email. Meskipun niatnya sama, tapi kalo nerima kartu beneran rasanya seperti merasakan benar-benar orang yang ngirim kartu masih hidup dan ada di dekat kita. *buktinya masih bisa nulis ucapan di kartu. Hihihiii.

Hore horee. Hari ini jadi punya alasan jalan-jalan beli kartu. Besok punya alasan jalan-jalan ke kantor pos. Gyahahahaa.

- cheers to all -

Posted in Tidbits of Life | 2 Comments »

Tracing Dreams

Posted by rNest on November 14, 2009

Udah dua malam ini saya mimpi aneh. Kemarin malam, saya mimpi bertengkar dengan seseorang dan saat saya memalingkan muka ke belakang, ada tiga makhluk semacam kuntilanak yang berdiri agak jauh menghadap saya. Untungnya wajah mereka ngga kelihatan karena lagi nunduk. Huee.

Nah, waktu saya cerita ke teman saya, dia bilang, biasanya mimpi kayak gitu melambangkan adanya ketakutan-ketakutan yang mungkin tidak saya sadari atau sedang saya hindari.

Waktu KP bulan Juni-Juli yang lalu, saya sering banget mimpi dan menceritakan mimpi saya pada Seli dan Mel. Saya jadi sadar kalau sebenernya saya sering banget mimpi dan entah kenapa gampang mengingat mimpi-mimpi saya, meskipun mungkin ngga secara detil.

Saya ingat, waktu kecil pernah mimpi naik mobil ke luar kota. Saya duduk di kursi penumpang dekat pintu, di belakang supir. Saat mobil masih melaju, pintu di sebelah saya tiba-tiba terbuka dan tubuh saya seperti ditarik keluar.

Kalau dipikir-pikir, mimpi-mimpi saya sering mengambil setting tempat di lokasi yang itu-itu juga. Saya sering merasa dejavu setelah bangun dan mengingat setting tempat mimpi saya. Sebagai contoh, ada sebuah mall yang sering banget muncul di mimpi-mimpi saya. Mall itu besar, kayak dua atau tiga mall digabung jadi satu. Di mall ini banyak banget eskalator dan tangga. Terus, ada gedung parkir yang besar di sebelahnya. Biasanya mall ini jadi setting mimpi-mimpi di mana saya tersesat atau terpisah dari keluarga atau teman-teman saya. Saya harus naik-turun eskalator, keluar-masuk bagian-bagian mall, capek dan putus asa.

Mall tadi juga biasanya jadi setting mimpi-mimpi di mana orang-orang yang saya kasihi mengalami kecelakaan di dekat saya. Saya pernah mimpi sedang di sebuah koridor panjang di salah satu bagian mall ini bersama dengan seorang teman. Sepanjang sisi kiri koridor tersebut berupa dinding kaca, dan kita bisa melihat langit dari situ. Tiba-tiba ada pesawat terbang di luar bergerak ke arah saya dan teman saya, seolah bermaksud menabrak kami. Saya dan teman saya cepat-cepat lari ke arah ujung koridor, tapi sayang pesawat tersebut sudah menabrak dinding kaca sampai runtuh dan teman saya langsung jatuh terluka.

Ada lagi tempat-tempat lainnya yang masing-masing meninggalkan perasaan yang beda-beda kalo udah bangun. Hehee. Saya pernah berpikir, bagaimana ya kalau tempat-tempat itu ternyata benar-benar ada di entah belahan bumi sebelah mana.

Meskipun ada pendapat bahwa kebiasaan tracing dan analisis mimpi bisa membantu seseorang menyadari dan menghadapi masalah-masalah dalam kehidupannya sehari-hari, saya masih ngga tertarik bikin dream journal. Sampai sekarang sih saya masih menganggap bahwa mimpi itu ya mimpi aja. Penambah sensasi saat bobo. Kadang jadi sumber inspirasi. Lebih sering jadi sumber penentu mood di pagi hari. :D

Udah ah, mau nugas dulu. Moga nanti malam mimpi indah.

- cheers to all -

Posted in Tidbits of Life | 6 Comments »

22nd Wishlist

Posted by rNest on November 1, 2009

Horeee. 16 hari lagi umur saya palindrom (*dibaca dari depan sama dari belakang hasilnya sama hihii) :D Artinya, sudah saatnya launching birthday wishlist 2009!! Hohohoo.

And here goes…
Read the rest of this entry »

Posted in Tidbits of Life | 5 Comments »

Nusa Kambangan Ceria

Posted by rNest on September 27, 2009

Senang deh liburan ini. Saya bisa jalan-jalan ke tempat-tempat baru. Salah satunya pulau Nusa Kambangan. Bukan untuk lihat-lihat penjara, tapi untuk menikmati indahnya pantai pasir putih di sana.

Saya berangkat ke Nusa Kambangan bersama keluarga saya kira-kira pukul 8 pagi naik ferry dari Cilacap. Perjalanan naik ferry kurang dari 10 menit. Kami ditemani seorang kenalan paman saya yang bekerja di salah satu lapas (lembaga pemasyarakatan) di pulau tersebut.

Dari perhentian ferry, kami menaiki mobil menuju pantai. Sepanjang perjalanan, saya melihat lapas-lapas yang ada di pulau itu. Mulai dari Lapas Batu, Lapas Besi, Lapas Narkotika, Lapas Kembang Kuning, dan masih ada lapas-lapas lain yang saya lupa namanya. Ada juga beberapa rumah-rumah di kiri-kanan jalan, tapi entah kenapa kebanyakan terlihat kosong dan lama terabaikan.

Sampai di pantai, mata saya langsung tertarik kepada sebuah batu karang yang mempunyai pedang besar tertancap di atasnya. Karena air laut sedang cukup tinggi dan ombak sedang agak ganas, pengunjung pantai ngga bisa mendekati dan naik ke batu itu buat melihat pedang tadi. Saya penasaran pedang itu punya cerita apa. Saya membayangkan dulu ada dewa apaa yang bertarung dengan dewa manaaa lalu salah satu dari mereka dikutuk menjadi pedang yang tertancap itu karena kalah. Hahahaa.

Pedang di atas batu karang
Pedang di atas batu karang
Pantai pertama - a

Dari pantai itu, kita bisa menuju pantai lain yang jauh lebih secluded dan tak kalah indahnya melalui jalan setapak yang dibuat menyusuri pinggir hutan. Ngga jauh kok, hanya 10 menit jalan kaki. Tapi kalau jalan sendirian, males juga kali yaa. Hutan gitu di kiri-kanan.

Read the rest of this entry »

Posted in Family Symphony, Happy Happy Holiday | 13 Comments »

(Bukan) Love Song Baru

Posted by rNest on September 27, 2009

Tadi waktu mau beresin kamar, saya baru nyadar kalau belum ada file musik di laptop saya. Semua file musik saya yang dulu hilang. Akhirnya saya buka imeem buat masang lagu-lagu online aja. Ehhh… ketemu lagu Sara Bareilles berjudul Love Song. Teman-teman bisa dengar dan download di sini.

Musiknya okee. Liriknya juga lucu. Setelah googling, ternyata lagu ini membawa Sara Bareilles mendapatkan nominasi Song of The Year dan Best Female Vocal Pop Performance di Grammys 2009 . Langsung berasa ndak gaul gitu saya. Tapi mungkin masih banyak yang belum tahu atau belum pernah dengar, jadi saya share aja. Hehee.

I’m not gonna write you a love song
‘Cause you asked for it
‘Cause you need one, you see
I’m not gonna write you a love song
‘Cause you tell me it’s
Make or break in this
If you’re on your way
I’m not gonna write you to stay
If all you have is leaving I’m gonna need a better
Reason to write you a love song today

- cheers to all -

Posted in Move and Groove | Leave a Comment »

Topik TA? Mau???

Posted by rNest on August 30, 2009

Beberapa skenario perolehan topik TA (baca: Tugas Akhir) di kepala seorang Ernestasia :

Jalan-jalan di pasar… “Topik TA! Topik TA! Berbagai jurusan! Dipilih… dipilih… dipilih! Topik TA berbagai jurusan ada! Boleh neng, topik TA’nya?”
“Mang, topik TA’nya berapa satu?”
“Tergantung, neng. Ada KW Super, KW 1, KW 2. Makin tinggi KW’nya, makin dahsyat topiknya neng.”

Hmm… Ngga… Ngga… Kayaknya terlalu murahan topik TA dijual-jual di pasar.

Jalan-jalan di taman… Angin bertiup sepoi-sepoi. Tiba-tiba ada daun pohon yang nemplok di muka Ernest. Duuhh.. bikin kotor muka deh…
Tapi.. tunggu dulu! Apa ini??! Daun kok warnanya putih dengan corak-corak warna biru?? Kayak inversnya seragam korpri??
Studi dan implementasi ihik ihik… cikiciki bumbum alalalaa..
Ternyata pada daun putih tersebut tertoreh dengan manisnya dalam tinta biru sebuah judul TA!!!! Ernest pun melihat berkeliling… dan OQL!!! (*gantinya OMG*) ada pohon yang penuh dengan daun putih bercorak biru tak jauh dari tempatnya berdiri.

Hmm… Ngga… Ngga… Terlalu dongeng dapat topik TA’nya…

Jalan-jalan ga jelas… Tiba-tiba HP Ernest menelurkan suara: “Hatchhiiih!” (*beneran loh itu ringtone saya kalo ada SMS*).
“Sy tnggu Anda di *bla.. bla.. bla..* (alamat disensor, mengantisipasi yang desperate cari topik TA dateng beneran ke sana). J1. Jgn lapor polisi!
Ttd, topik TA”
Ernest pun mengerutkan kening. Pakai topi, tutupi identitas diri. Ambil angkot. Turun. Lewati kerumunan orang. Seberangi jalan. Masuk gang. Keluar gang. Masuk gang. Keluar gang. Akhirnya tiba di sebuah gedung kecil dengan plang BTA. Bank Topik tugas Akhir.
Ernest pun mendorong pintu.
“Ada yang bisa dibantu, Mbak?” sapa Satpam penjaga pintu Bank.
“Iya Pak, saya mau topik TA.”
“Oh.. Silakan diisi dulu form tarik TA’nya. Sebelumnya Mbak pernah bertransaksi di Bank kami?”

Hmm… Gila… gila…

Kenyataan yang terjadi adalah di suatu siang yang sejuk (*karena berada di dalam lab*), setelah menanti selama satu setengah jam (*untung ada adegan ketawa2nya selama penantian itu*), kata-kata inilah yang terlontar dari mulut saya :

“Siang Pak… *perkenalan bla.. bla..* Tapi saya belum ada gambaran sama sekali mau ngangkat topik apa Pak. Mungkin Bapak punya referensi yang bisa saya baca, buat inspirasi?”

Dan keluar dari lab saya pun telah mendapat pencerahan. Terima kasih ya, Tuhan. Meskipun saya tetap bingung dengan pencerahan itu dan kulit saya toh masih gelap-gelap aja meski otak saya sudah semakin cerah, saya bersyukur atas progress yang ada. Terlebih lagi saya bersyukur masih punya sense of humor dan semangat dalam menghadapi segala pengumuman, isu, gosip dan peraturan baru soal TA di prodi saya. Hahahaa.

Semangat!

- cheers to all -

Posted in Kisah Kampus Gajah | Tagged: , | 8 Comments »

Semur Ayam

Posted by rNest on August 22, 2009

Akhirnyaa berhasil juga bikin makanan serius. Hahahaa.

Jadi jadii, minggu lalu saya berniat bikin semur ayam. Awalnya cari-cari resep semur di internet. Tapi akhirnya minta resepnya dari Mama pagi-pagi sebelum Mama pulang ke Medan. Ternyata bikin semur ayam ngga ribet. Kata Mama, bedanya bikin semur ayam sama semur daging sapi tuu kalo semur ayam ngga perlu pake pala dan daun salam. Sayang lupa difoto masakannya.

Seperti biasa, takarannya ngga dibikin. Soalnya emang saya juga ngga pake nakar2 waktu masak. Diicip-icip aja udah enak ato belum. Hehe. So here goes..

1. Tumis bawang bombay yang udah diiris-iris sampai harum dan layu.
2. Masukin bawang putih yang udah dihalusin. Aduk sampai wangi.
3. Tambahkan ayam ke dalam tumisan bawang tadi, terus tuang kecap manis secukupnya. Biar enak, tambahin juga kecap inggris kira-kira satu sendok.
4. Aduk-aduk supaya kecapnya ngga gosong & lengket. Tambahin air dikit, aduk bentar, terus tutup pancinya supaya rasa kecapnya masuk ke ayamnya.
5. Kira-kira kalau ayamnya udah matang dan bumbunya dah masuk, tinggal tambahin air dikit lagi, garam plus merica. Tergantung sukanya gimana, boleh ditambahin kecap manis dikiiit & aduk-aduk ampe kuahnya udah ngga terlalu encer lagi.

Yummy! And proud of me. Hehee. Jadi bersemangat bikin makanan serius lagi. Hehee.

- cheers to all -

Posted in Resep Yummy! | 4 Comments »