Posted by rNest on July 2, 2008
Meat itu bukan nama teman lama saya. Bukan pula nama sepupu saya. Tapi nama kampung halaman saya. Tempat kakek dari kakek saya dulu tinggal dan akhirnya dikuburkan ketika meninggal. Kalau ada orang nanya, “Kamu Siahaan dari mana?”, pasti saya bakal jawab, “Meat.” *meski bisa dipastiin kalo orang yang nanya bakal balik nanya, “Heh? Meat? Di mana tu?”
Meat itu letaknya 40 menit perjalanan dari rumah kakek saya di kampung (which is 5,5 jam perjalanan mobil dari rumah saya), tepat di pinggir danau Toba dan kalau ke sana naik mobil, sumpeh ye, jantungan! Jalannya sempit, cuma cukup buat satu mobil, di satu sisi gunung batu menjulang dan di sisi lain jurang langsung ke danau.


Read the rest of this entry »
Posted in Family Symphony, Happy Happy Holiday, Sepenggal Pemikiran | 5 Comments »
Posted by rNest on June 23, 2008
*maksa bener judul post kali ini… -_-’
Whew. Saya mulai kena sindrom bosan dan malas tingkat menengah ni. Udah dua hari kerjaan cuma main The Sims pakai playstation adik saya. Mana DVD’nya juga aneh. Tiap kali saya udah sampai di level tertentu, tiba-tiba si monitor memunculkan tulisan: “Load failed. Make sure the memory card is bla.. bla.. bla.. endebrei.. endebrei.” Padahal tokoh saya lagi main ke rumah husband-to-be-nya dan tinggal beberapa pangkat lagi menuju jabatan tertinggi.
Sebenarnya saya bukan tipe orang yang suka main game. Dulu sebelum nyokap menginstall The Sims di kompie kami, saya cuma tahu game khalayak ramai macam Solitaire, Freecell dan Mahjong. Kemudian The Sims hadir di tengah-tengah kehidupan kami dan… oh la la… ngga apa-apa juga sih. Hehekh.
Buat orang-orang yang sekali kecantol susah melepaskan diri seperti saya, The Sims itu sangat berbahaya dimainkan di masa-masa sibuk sekolah atau kuliah, apalagi dekat-dekat masa ujian.
Read the rest of this entry »
Posted in Happy Happy Holiday, Sampah | Tagged: fun, game, holiday, The Sims | 9 Comments »
Posted by rNest on June 18, 2008
Meminjam istilah Dioni, salah satu agenda liburan saya adalah magang rumah tangga (baca: belajar masak!). Mumpung di rumah ada oven. Hehehekh. Di Bandung ngga ada oven dan sialnya saya lebih senang belajar bikin kue yang kebanyakan membutuhkan si oven. *yak, yang berminat nabung buat beliin kado ultah saya november nanti, ingat aja empat huruf. gyahaha. Entah kenapa saya rada malas bikin makanan bertipe lauk-pauk yang daftar bumbunya aja udah bikin ribet. Paling semangat kalau bikin kue atau snack. Mungkin karena ketularan Suzanne waktu tinggal di rumahnya tahun 2004 dulu. Dia juga senangnya bikin dessert doang.
Satu pertanyaan saya ampe sekarang, apa memang cewek itu ada masa tiba-tiba pengen magang rumah tangga ya? Kayak cowok punya masa puber kedua? Soalnya ampe SMA kelas 2, saya paling malas tuh nyentuh kompor. Nyentuh kulkas sih, iya.. nyari makanan yang udah jadi.
Saya bikin macaroni schotel ini bareng adik saya minggu lalu (setelah sepagian pusing gara-gara sih Apache2Triad). Tapi baru sempat post sekarang. Ni resep andalan mama, buat yang suka keju dan susu pasti suka deh. Saya aja yang ngga suka keduanya tetap semangat kalo mama masak ini. Hohoo.
Read the rest of this entry »
Posted in Happy Happy Holiday, Yummy! | Tagged: food, recipes | 12 Comments »
Posted by rNest on June 14, 2008
Ceritanya selama libur ini, saya hanya punya dua pilihan alat kerja : lappie nyokap atau lappie bokap. Lappie saya nggak ikut saya pulang ke rumah dan PC di rumah selain ngga bisa tersambung ke internet juga penuh dengan junk. Berhubung saya lagi malas membereskan si PC dan kemarin-kemarin lappie nyokap lebih available, saya memutuskan meminjam lappie nyokap.
Berkaitan dengan satu dan lain hal yang mau saya kerjakan selama liburan, saya lalu berusaha menginstall Apache2Triad di lappie nyokap. Karena sudah pernah menginstallnya di lappie saya, saya lalu melakukan ritual instalasi yang biasa. Eh tak disangka tak diduga setelah instalasi selesai, browser ngga bisa terhubung ke localhost.
Read the rest of this entry »
Posted in Techno Savvy | Tagged: apache, apache2triad, technology, vista, windows vista | 13 Comments »
Posted by rNest on June 12, 2008
Saya menonton film Enchanted sendirian di kamar. Hehe. Kesannya kok infonya ngga penting banget. Masalahnya, kalau menonton sendirian di kamar, biasanya saya malas menonton penuh dari awal sampai akhir (kecuali kalau film yang saya tonton adalah film seri komedi seperti Friends, the Simpsons…). Biasanya saya akan menonton 10’ pertama, kemudian menggeser progress bar di bawah layar sampai pertengahan film, lalu beberapa menit kemudian mengintip ending filmnya. Kalau happy ending, saya akan kembali ke awal, dan menonton dengan benar. Kalau endingnya menyedihkan (apalagi menyeramkan), saya akan batal nonton. Hehe.
Nah, Enchanted termasuk film yang berhasil membuat saya menonton dari awal sampai akhir. Film ini mengingatkan saya akan mimpi saya sendiri (dan sepertinya mimpi banyak cewek lainnya juga
). Bertemu the one man from whose ribs I was created, marry him, dan live happily ever after together. Meskipun katanya jumlah perempuan di dunia ini lebih banyak daripada yang laki-laki, saya masih percaya setiap orang diciptakan dengan tulang rusuknya masing-masing (yaiyalah, masa rusuknya minjem??).
Masalahnya, dunia ini kan ngga seperti fairy tale, yang dalamnya pencarian jodoh terlihat mudah. Tinggal menunggu pangeran mana yang datang menyelamatkanmu ketika kamu diracun nenek sihir, dikurung di menara tertinggi, disiksa seorang ibu tiri kejam, dan bahaya-bahaya lainnya.
Tenang! Ternyata Enchanted ngga hanya menawarkan cerita happy ending à la negeri dongeng, tapi juga menyisipkan pelajaran-pelajaran berharga mengenai hubungan.
Read the rest of this entry »
Posted in Cinema Cinema, Happy Happy Holiday | Tagged: Enchanted, movies, thoughts | 12 Comments »
Posted by rNest on June 1, 2008
Minggu lalu, saya jalan-jalan ke blog satu ini dan menemukan sebuah cara kreatif untuk menggambarkan apa yang sudah kita lakukan selama satu hari. Bukan dengan kata-kata, tapi dengan merk dagang. Heh? Merk dagang?
Yup. Seperti kata si empunya blog itu (yang sepengertian saya bekerja di bidang periklanan), coba hitung berapa banyak merk dagang yang kita pakai setiap hari. Kadang kita bahkan ngga sadar kalau barang yang kita pakai itu punya merk. Berawal dari pemikiran itu, lahirlah Brand-timeline Portrait. All you have to do to make one is put in order of use all the brands you’ve consumed/utilized in a day.
Berhubung saya sudah memasuki masa-selesai-UAS-tak-ada-tugas-oh-bingung-rasanya-mau-apa, akhirnya saya memutuskan membuat Brand-timeline Portrait saya sendiri. Berikut timeline hari Minggu 1 Juni 2008 (yep, today!) dari saat saya bangun hingga saat saya mengetikkan blog ini.
Read the rest of this entry »
Posted in Tidbits of Life | Tagged: blogging, brands, fun | 15 Comments »
Posted by rNest on May 23, 2008
A good friend is a connection to life - a tie to the past, a road to the future, the key to sanity in a totally insane world. (Lois Wyse)
Teman, 10 tahun lagi kita jadi apa ya?
Read the rest of this entry »
Posted in Senang Punya Sahabat, Tidbits of Life | Tagged: friends | 9 Comments »
Posted by rNest on May 9, 2008
Lagi sakit. Badan ingin istirahat tapi entah kenapa hati dan pikiran ngga mau nurut.
Tadi pagi, saya teringat perkataan Seli, teman saya, beberapa bulan yang lalu. Begini kira-kira : “Emang bener, ya Nes. Orang itu baru kelihatan aslinya kalau sedang berada di bawah tekanan.”
Waktu itu, kami sedang dihimpit berbagai deadline tugas dan mulai merasakan gejolak dalam kelompok masing-masing. Betapa topeng yang selama ini dengan aman melekat pada wajah tiap orang bisa luruh tanpa disadari ketika panik menghadapi berbagai masalah pelik. Kadang sampai tak terpikir lagi untuk bertutur kata sopan, menjaga perasaan teman, apalagi memperhatikan keadaannya.
Belakangan ini, ada satu dua orang yang membuat saya berpikir : “Moral dan sikap hati seseorang yang sesungguhnya juga bisa dilihat ketika dia menduduki posisi atau jabatan tertentu.“
*berusaha menahan diri untuk ngga bersikap sarkastik*
Read the rest of this entry »
Posted in Sepenggal Pemikiran | Tagged: thoughts | 16 Comments »
Posted by rNest on May 1, 2008
Posted in Mood Swings, My Prince Charming | Tagged: love, poem | 8 Comments »
Posted by rNest on April 30, 2008
Lagi pengen make seragam! Hehehekh. Tapi bukan seragam SMA. :p
Tadi pagi di angkot dalam perjalanan ke kampus, ada seorang cowok yang berpakaian rapi (kemeja putih lengan panjang, dasi ungu tua, celana panjang abu-abu). Awalnya saya tidak terlalu memperhatikannya sampai kemudian mata saya tertumbuk pada tulisan kecil di saku kemejanya. Tulisannya: Manajemen … (something something) Universitas (something something).
Saya jadi pengen make seragam ke kampus. Read the rest of this entry »
Posted in Kisah Kampus Gajah, Tidbits of Life | 3 Comments »