Not Just Anybody

Aku. Berbagi cerita, berbagi kasih, berbagi opini. Karena kita semua diciptakan untuk berbagi. Jadi… whenever you open this blog, jangan malu-malu berbagi comment ya? Hehehe.

Sembuh

Posted by rNest on August 24, 2008

Tadi waktu ibadah di gereja, ada satu lagu yang membuat saya terdiam. Saya ngga bisa menemukan kata-kata yang pas buat mendeskripsikan bagaimana perasaan saya waktu lagu ini dinyanyikan. Mungkin akan lebih jelas kalau saya deskripsikan dulu bagaimana state of mind saya selama satu minggu terakhir.

Entah kenapa perasaan dan pikiran saya selama satu minggu kemarin agak ngga karuan. Mudah banget merasa khawatir dan berpikiran negatif. Yang lebih kacau lagi, saya merasa sendirian di tengah segala kesibukan saya yang mulai berbeda dengan orang-orang yang saya sayangi. Padahal saya paling ngga kuat kalau udah mulai merasa sendirian. Ditambah perut saya yang mulai sakit di tengah minggu karena pola makan saya yang amburadul.

I can say I was at my worst. Meskipun tetap mengikuti kuliah dan kegiatan saya dengan baik dan bersemangat, banyak juga rencana-rencana saya ngga terlaksana karena mood saya yang benar-benar anjlok, apalagi kalau udah sampai di rumah. Bawaannya pengen cepat-cepat tidur biar bisa mengalihkan perhatian dari si pikiran dan perasaan negatif.

Lalu tadi lagu dari NKB 85 ini dinyanyikan.

Mengapa Yesus menderita, didera,
dan mahkota duri dipakai-Nya?
Mengapa Yesus mati bagi saya? Kasih-Nya, ya karena kasih-Nya.

Tadi tu rasanya mau nangis banget dengernya. Mungkin hal ini udah sering saya dengar dikhotbahkan, di lirik banyak lagu rohani, di renungan-renungan, tapi tadi rasanya benar-benar nusuk hati saya. Ada yang mau mati bagi saya, supaya saya bisa tetap hidup. Harusnya saya yang mati, tapi Dia mau menebus saya.

Hidup saya ternyata sungguh berharga. Ngga cuma sampai di situ. Saking berharganya, Tuhan ngga pernah membiarkan saya sampai “sekarat” dan ngga tertolong saat menghadapi masalah dalam hidup saya.

Mengapa Yesus mau pegang tanganku,
bila ku di jalan tersesat?
Mengapa Yesus beri ku kekuatan, bila jiwaku mulai penat?
Mengapa Yesus mau menanggung dosaku, beri ku damai serta sukacita-Nya?
Mengapa Dia mau melindungiku? Kasih-Nya, ya karena kasih-Nya.

Ketika saya mulai jatuh, Dia mengangkat saya. Ketika saya kehilangan arah di tengah gurun yang sunyi, Dia menarik saya kembali ke jalan yang benar dan memeluk saya erat.

Huaah. Lalu apakah saya sudah mengisi hidup saya sesuai harga yang telah dibayarkan-Nya bagi saya? Pertanyaan itu terus mengiang di kepala saya selama lagu tadi dinyanyikan. Dan hati saya kembali meluap dengan sukacita dan semangat.

- cheers to all -

5 Responses to “Sembuh”

  1. rikardo said

    semangat!!!!
    CLU
    -smiles 4 u-

  2. rikardopardede said

    Kakak, Semangat!
    Aq lagi melan nih, jadi kasihan Bang I***.
    Hehehehe
    Tahu kan.
    CLU

  3. HeLL-dA said

    :)
    Tetap bersemangat, krn kita masih punya tujuan hidup, bukan begitu?

  4. flashit said

    Haha, aku juga jadi tersadarkan kalo selama ini masih sering banged menyia-nyiakan hidup dengan melakukan hal-hal yang tidak perlu, n hanya terus meratap tanpa bergerak.

    Bangkit ! Bangkit ! Raihlah Semua Kembali !

    (loh, malah ada Rocket Rockers di sini -_-”)

  5. dwihutapea said

    DAMN!!!
    kenapa gw harus buka blog ini dan baca postingan yang ini.
    Situasinya lagi tepat sekali. Makasih ernes,memberkati sekali.

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>