Tags
Tenang, saudara-saudara. Ini bukan cerita pembunuhan. Bukan pula sequel dari post saya sebelumnya.
Ini cerita tentang Tim Darah Biru dan buah imajinasi mereka (halah!) yang bertajuk Vena. Sebenarnya kisah ini udah selesai bulan lalu (bahkan Puja, Tito sama Andru udah dari zaman kapaan post di facebook dan blognya). Tapi saya baru post sekarang, karena baru dapat foto-foto lengkap tim. Hohohoo.
Mari kita mulai…
dengan foto pertama. Hehehee. Foto favorit saya. Karena ada si gajah dan si peniru pose gajah.

Jadi jadii, buat teman-teman yang belum tahu, ada sebuah Software Design Competition berskala internasional yang diselenggarakan oleh Microsoft setiap tahunnya, namanya Imagine Cup. Sebenarnya ada macam-macam kategori lomba selain Software Design, tapi yang saya dan teman-teman saya ikuti kemarin adalah si Software Design.
Tema lomba Imagine Cup selalu berubah tiap tahun, tapi biasanya diawali dengan kata-kata : “Imagine a world where technology helps… *bla bla bla* ” Tahun ini temanya berkaitan dengan 8 Millenium Development Goals yang ditetapkan oleh PBB.
Tuan rumah final Imagine Cup juga berbeda tiap tahunnya. Kalau tahun lalu finalnya diadain di Perancis, tahun ini Mesir yang jadi tuan rumah.
Kebanyakan orang mungkin termotivasi menambah pengalaman, pengetahuan dan prestige dengan mengikuti lomba ini, tapi saya termotivasi oleh kesempatan jalan-jalan ke Mesir. Hehehe. Tetap aja, waktu Puja ngajak saya gabung dengan timnya untuk ikut I-Cup 2009, saya butuh waktu lama buat mikir.
Masalahnya, (waktu itu) untuk duduk lama depan layar laptop dengan tujuan ngoding aja susaaaaaah banget bagi saya untuk termotivasi. Konon lagi ikutan lomba desain software yang saya ngga kebayang sama sekali apa yang harus dikerjakan. Selain itu, waktu itu saya takut ngga bisa membagi waktu kegiatan organisasi dan pengerjaan tugas-tugas nan rupawan dengan si I-Cup ini.
Pilihannya waktu itu adalah gabung dengan tim Puja di I-Cup atau ikut tim teman saya di L’Oreal Estrat.
Akhirnya, I-Cup yang dipilih. Jadilah saya bergabung dengan Andru, Puja dan Tito di (waktu itu) tim tanpa nama.
Nah. Di suatu malam di Sekre 1 HMIF, mulailah kami mendiskusikan apa yang hendak kami buat. Berbagai ide dilontarkan, tapi pada akhirnya semua tampak jatuh cinta dengan topik penanganan vaksinasi pada anak-anak. Diputuskanlah untuk menggali lebih dalam tentang vaksinasi dan masalah-masalah yang berkaitan dengannya.
Berlanjut dengan suatu siang di Sekre 2 HMIF, tim tanpa nama harus mencari nama. Halah! Kami mulai mencari-cari nama untuk tim dan proyek kami. Yang gini2 nih yang saya suka.
Soalnya bisa puaaaassss memberikan ide-ide nan dahsyat. Hehehe. Masih ingat, waktu itu zaman-zamannya nonton IT Crowd, jadinya muncul usul nama-nama tim macam Team Team, Basement, entah apalah. Terus, nyari-nyari nama yang berkaitan dengan darah macam Eritrosit, Trombost, Leukosit, malah terinspirasi buat nambahin IT di belakang setiap nama. Tapi yang muncul kok ya Pel-IT, Sak-IT (bisa juga diterjemahkan menjadi Suck-it -_-), dsb.
Untunglah, nama yang dipilih adalah Darah Biru dengan proyek Vena. Hehehe. Pernamaan beres, masuk urusan perproposalan. Foto-foto tim pun dimulai. Dengan dresscode biru-biru di seputaran ITB, sambil “meminjam” beberapa aksesori Dies Emas macam gajah dan roket, jadilah sekitar 70an foto tim. Padahal sih yang dicantumin di proposal cuma satu. Gyahahaa.

Proposal dikirim. Lanjut dengan video progress report. Hmm.. melihat nama-nama teman-teman lain yang udah cap dewa yang terus bertahan ikut I-Cup ampe pengiriman video progress report, rasanya udah pasrah aja soal hasil si tahap pengiriman progress report ini. Meskipuuun tetap ada setitiiiik harapan untuk bisa lolos ke tahap berikutnya.
… (biar enak bacanya, saya pecah jadi dua yaa postnya. Next : A Bloody Story – The End).
- cheers to all-
Rawr!
Apakah foto2nya akan di-upload semua, Saudari Ernest??? Tapi, oke juga tuh penamaan tim ama proyeknya.
Pake bahasa Indonesia. Kadang kan tim dari Indonesia tapi pake namanya Inggris2an, macem gak pny bahasa ibu.
Hehe.
waah.. komen loe menarik man.
bener tu, belakangan sering banget orang-orang milih make nama atau bikin tema acara di-inggris2-in. padahal sebenarnya ngga urgent-urgent amat untuk memakai bahasa inggris.
Tapi yang muncul kok ya Pel-IT, Sak-IT (bisa juga diterjemahkan menjadi Suck-it -_-), dsb.
Hahahaaa, gw baru inget…
)
emang nih yang mulai pasti Tito…
Pingback: A Bloody Story - The End. « Not Just Anybody
Team Team?? lmao
Team Team Team Team…. Gahul banget namanya tuh…
emang iya yang bikin Pel-IT sama Sak-IT gw?
kan yang penting ada IT nya :p
Pingback: [Unsaid Story ‘bout IC2009] Vena, a Vaccine Support System - poedja_p
Pingback: Keping 3 – The Battlefield « limaapril
Pingback: Vena, Aplikasi Tracking Imunisasi Untuk Para Orang Tua « limaapril