Picking Up Where I Left Off
Udah lama ngga update blog. To be honest, udah lama ngga nulis.
Saya kangen nulis. Saya kangen produktif. People may argue about the definition of “productive”, but to me being productive often translates to creating something.
Anyway, banyak hal yang saya pelajari seminggu belakangan ini. Dan semuanya bermuara pada satu hal : gambar diri.
Hanya orang yang mempunyai gambar diri yang baiklah yang bisa maju. Apa yang dimaksud dengan gambar diri di sini? Gambar diri adalah cara pandang seseorang atas dirinya; bagaimana seseorang menilai dirinya sendiri.
Orang yang bisa maju adalah orang-orang yang mempunyai gambar diri yang positif. Artinya, ia mampu melihat hal-hal yang positif dari dirinya, serta menanggapi hal-hal negatif yang ia punya secara positif. Contoh orang seperti ini adalah orang yang berkata, “Aku kurang berpengalaman, tetapi aku bisa belajar untuk pekerjaan ini”, ketimbang “Aku bisa mengerjakan ini, tetapi aku masih kurang pengalaman.” Atau mengatakan “Aku tidak pintar, tetapi mudah berteman”, ketimbang “Aku mudah berteman, tapi ngga pintar.”
Kita semua punya kelemahan dan kekurangan, tetapi bila kekurangan dan kelemahan itu yang menjadi “bintang” utama dalam gambar diri kita, kita akan sulit untuk maju dan berprestasi. Ketika kekurangan dan kelemahan menjadi “bintang” utama, lambat laun kita akan menjadi minder dan akhirnya tanpa sadar meredupkan nyala kita sampai akhirnya benar-benar tidak terlihat.
Salah satu ancaman bagi gambar diri yang baik adalah kondisi kegagalan. Tidak sedikit orang yang punya gambar diri bagus, ketika menghadapi kegagalan atau kesulitan, cenderung menyalahkan dirinya sehingga akhirnya gambar diri yang tadinya positif berubah menjadi negatif. Kondisi seperti ini harus dihindari, dengan cara membiasakan diri untuk terus bersyukur dan mengubah sikap “menyalahkan” menjadi “mengevaluasi”. Menyalahkan itu berbeda dengan mengevaluasi.
Ketika kita menyalahkan, kita cenderung melihat apa yang menjadi masalah saja, tanpa mengingat bahwa sebenarnya ada solusi dan harapan untuk memperbaiki keadaan. Inilah yang dapat membuat pikiran kita semakin terpuruk. Sedangkan ketika kita mengevaluasi, kita tidak berfokus pada masalahnya, melainkan pada solusi yang ada.
Selama ini, saya sering counter-productive karena membiarkan diri saya terhanyut dalam gambar diri yang negatif, salah satunya dalam hal menulis. Well, it’s about time that it changes. Goal of the week : have more positive energy to do stuff.
- cheers to all -
lanjutkan,,,,
btw aktivin tweet button dan facebook sharing dong,,biar gampang ngeshare kalo tulisannya lagi bagus :p
ohohohooo.. never thought of that. :p
baiklaaah akan diaktifkan.
Agree!
pro·duc·tive
Achieving or producing a significant amount or result. (source)