Archive for the ‘Sepenggal Pemikiran’ Category
Opini, pertanyaan, hasil renungan… semua yang terbersit di pikiran Kichong tentang hal-hal di sekitarnya.
Posted by rNest on March 25, 2009
Eh eh belakangan drawstring bag lagi ngetrend ya…? Hohoo.

Tadi di angkot ada Mbak yang make tas jenis ini. Saya jadi ingat zaman SD. Sepertinya dulu tas model ini pernah jadi trend juga, soalnya waktu itu saya sukaaaa banget tas drawstring yang dipakai tante saya. Dari SD pengen punya tas gituan. Hehe. Tapi sayangnya waktu udah SMA, udah cukup umur punya tas gaya, tas model gitu malah susah nemunya. Sekarang giliran tasnya in lagi, kantong lagi tipis. Gyahahaa.
Anyway. Selagi masih di angkot tadi, saya berpikir betapa cepatnya trend fashion berubah. Ngga mungkin juga tiap ada something new, langsung rogoh kantong buat update penampakan.
How can we catch up with the latest stuff ?
Menurut saya, ada dua hal yang perlu diingat. Read the rest of this entry »
Posted in A la Mode, Sepenggal Pemikiran | 7 Comments »
Posted by rNest on February 28, 2009
Ada orang-orang yang memutuskan untuk hidup dalam kebohongan. Setiap hari mereka menambahkan satu halaman ke dalam buku dongeng berlapis kulit yang di depannya tersulam rapi dengan benang emas sebuah judul : Life.
Hidup mereka adalah dongeng. Entah bagian yang mana yang benar. Kita hanya bisa berharap semoga saja masih ada esensinya.
Cerita dongeng di majalah-majalah, novel-novel, tentu mempunyai esensi. Tapi ketika hidup kita sendiri kita jalani tanpa berpijak pada kenyataan? Adakah esensi di dalamnya?
Read the rest of this entry »
Posted in Sepenggal Pemikiran | 10 Comments »
Posted by rNest on January 2, 2009
Hayoo.. apa hubungannya permen sama PI* ?
Kemarin saya dibagiin cerita tentang sebuah permen Tamarind, sebungkus Chitato dan PI. Hehekh. Warning: ini bukan iklan kedua merek tersebut. Huee.
Sebelum saya memulai cerita sebenarnya, saya perkenalkan dulu tokoh-tokoh ceritanya ya. Kayak komik Sailormoon dulu lohh. Ada halaman perkenalan tokohnya dulu. Hohoo. Tokoh utamanya kita sebut saja Oknum Tamarind. Oknum Tamarind adalah seorang mahasiswa, moody tapi baik hati. Ahayy. Tokoh semi utama (he? emang ada istilah gitu??) kita sebut saja Oknum Tengah. Oknum Tengah adalah seorang wanita muda yang telah bersuami. Tokoh figuran kita akan disebut Oknum Chitato. Beliau merupakan suami dari Oknum Tengah.
Nah, sekarang. Read the rest of this entry »
Posted in In Love With HIM, Sepenggal Pemikiran, Tidbits of Life | 9 Comments »
Posted by rNest on November 14, 2008
Dua hari lagi ulang tahun ke 21. Kalau biasanya saya semangat menyambut ulang tahun saya, tahun ini rasanya saya malah takut. Dari kemarin-kemarin tu terus kepikiran pengen SMS bokap (dan saya termasuk orang yang jarang banget SMS bokap):
Pak dulu waktu mau ultah 21 kayak gimana? Kok Tasia takut…
Bukannya ngga bersyukur udah dibolehin Tuhan menghirup udara bumi sampai sekarang… Tapi sepertinya saya cukup banyak dikecewakan setahun belakangan. Mungkin udah puluhan kali dalam satu tahun ini saya melontarkan pertanyaan, ini siapa sih yang bisa gue percaya tindakan dan kata-katanya? Puluhan kali dalam satu tahun ini saya belajar bahwa persahabatan ngga bisa disebut persahabatan kalau ternyata hanya mau ngerasain senang-senang bersama aja. Belajar bahwa pada akhirnya orang-orang yang hanya peduli saat butuh aja atau karena tuntutan “profesi” aja, akan kebuka juga kok topengnya.
Read the rest of this entry »
Posted in Mood Swings, Sepenggal Pemikiran | 8 Comments »
Posted by rNest on November 10, 2008
Menanggapi sebuah berita yang saya dengar di Metro TV malam ini tentang seseorang yang ditangkap karena mengirim SMS ancaman peledakan bom di Plaza Blok M…
… tersangka mengaku hanya iseng dan tidak menyangka SMSnya akan ditanggapi oleh pihak kepolisian.
Read the rest of this entry »
Posted in Sepenggal Pemikiran, Serba-Serbi Televisi, Tidbits of Life | 5 Comments »
Posted by rNest on October 5, 2008
Malam ini, jiwa saya terguncang oleh sebuah dialog bersama seorang teman chatting. Halah. Apa coba…
Kira-kira begini: *susunan kata-kata mungkin berbeda, tapi intinya tetap sama. Hehe..
Teman chatting: “Eh, si anu lagi suka sama siapa sih?”
Jawab saya (udah males… tanya sendirilah ama orangnya.. Hehe): “Waduh..”
Teman chatting: “Masih ama yang sama atau udah beda?”
Saya: “Yaelah.. yang sama aja gw ngga tau siapa.. ni malah nanya yang beda.”
Teman chatting: “Kok ga tau.. bukannya kalian akrab?”
Saya: “Akrab itu ngga berarti semua harus diceritain kan?”
Meskipun saya bilang gitu sama si teman chatting, saya jadi bertanya-tanya dan penasaran: Salah ya, kalo ngga tau teman dekatnya lagi suka sama siapa?
Read the rest of this entry »
Posted in Senang Punya Sahabat, Sepenggal Pemikiran | 9 Comments »
Posted by rNest on September 28, 2008
Saya paling ngga suka konflik. Dan seminggu ini, dalam salah satu komunitas saya, terjadi konflik (bukan berantem yang pake-pake fisik lho… tapi perbedaan pendapat dan miskomunikasi yang cukup besar). Sialnya, saya berada dalam posisi yang ngga terlalu menyenangkan. Sempat sangat down, tapi saya berusaha untuk tetap semangat. Kalau untuk menghadapinya saja sudah ngga semangat, bagaimana bisa menyelesaikan konflik itu?
Konflik dalam komunitas menunjukkan bahwa komunitas itu sehat. Adanya konflik ngga menunjukkan bahwa dalam komunitas itu ngga ada kasih. Justru menurut saya, ketika anggota komunitas itu hanya diam dan menurut saja semua yang dikatakan pemimpin-pemimpin dalam komunitasnya, mereka ngga mengasihi pemimpin-pemimpin mereka. Sebaliknya, pemimpin-pemimpin pun harus menunjukkan teladan dengan mau melihat dari sudut pandang mereka yang berbeda pendapat dengannya.
Read the rest of this entry »
Posted in In Love With HIM, Sepenggal Pemikiran, Tidbits of Life | 5 Comments »
Posted by rNest on August 31, 2008
Saya juga manusia.
Saya juga kadang kurang peka akan perasaan orang lain.
Saya juga kadang ikutan terbawa suasana dan lupa menjaga kata-kata saya.
Tapi saya tahu benar gimana rasanya diomongin di belakang.
Saya tahu benar ngga enaknya dipandang aneh sama orang lain.
Dan dia juga manusia.
Read the rest of this entry »
Posted in Sepenggal Pemikiran | 3 Comments »
Posted by rNest on August 12, 2008
Kemarin hari pertama home tournament HMIF 2008. Jam delapan pagi ada pertandingan basket putri 2006 vs 2005 di lapangan A Sabuga. Saya berangkat dari rumah, sudah berpakaian sesuai dresscode merah-putih, mengenakan sepatu canvas putih saya yang sudah kecoklatan gara-gara “syukurin” di Parongpong hari sebelumnya. Saya ngga bawa celana pendek buat main. Pikir saya, “mau jadi pemain cadangan aja.” Hehehekh. Alasan saya berpikir begitu? Bolehlah saya bilang kalau skill basket saya cukup buat bikin malu. Bukan soal ngga bisa ngedribble bola atau ngeshoot. Itu mah, little-little I can-lah. Tapi kalo udah menyangkut fokus, konsentrasi, koordinasi saraf-saraf tubuh… entah kenapa semua itu tiba-tiba jadi numb kalo saya mulai main basket (ato permainan olahraga lainnya). Di tengah permainan saya bisa kena halusinasi dan melihat lawan saya sebagai kawan. Gyahaha.
Anyway. Saya lupa mempertimbangkan fakta bahwa anak putri IF 2006 cuma ada segelintir. Dan kalopun saya berhasil jadi pemain cadangan, ngga bakal ada yang namanya “ngga main” dalam kamus putri IF 2006. Wong begitu nyampe lapangan, yang dateng baru saya, Gege, Mami, Tami dan Wulan. Lima noh. Dan semua saling melempar tugas bermain. Hehehekh. Alasan saya: “ngga bawa celana pendek.” Alasan Gege: “ngga bawa sepatu”. Alasan Mami: “ya udah Ge, lu pake sepatu gue aja.”
Hahahaa. Pada akhirnya toh semua kebagian main. Semua usaha pelarian diri tampaknya akan sia-sia. Ngga bawa sepatu? Celana pendek? Dicariin dah. Ampe putra IF 2006 juga rela minjemin kalo emang ngga ada putri yang bisa minjemin.
Saya main tiga quarter. Awalnya saya sempat “terintimidasi” oleh kesadaran saya akan kualitas permainan basket saya yang gitu deh.. ^_^”
Tapi memasuki quarter kedua, saya memutuskan untuk ngga peduli dengan kekurangan saya. Read the rest of this entry »
Posted in Sepenggal Pemikiran, Sporty Babe, Tidbits of Life | 7 Comments »
Posted by rNest on August 5, 2008
Bandung, 5 Agustus 2008. 10:15 PM.
Ada orang yang senang ketika bisa menciptakan sesuatu bagi orang lain.
Ada orang yang senang ketika menduduki posisi penting untuk memimpin orang lain.
Ada orang yang senang ketika bisa bekerja di balik layar, memperhatikan hal-hal kecil yang tak terlihat orang banyak.
Ada orang yang senang ketika bisa melayani para pemimpin, agar bisa bekerja dengan baik.
Ada orang yang senang ketika bisa menjadi pendengar yang baik buat saudara yang kesulitan.
Ada orang yang senang ketika bisa melontarkan kalimat-kalimat menghibur bagi orang lain.
Ada orang yang ingin bisa melakukan semuanya. Read the rest of this entry »
Posted in In Love With HIM, Sepenggal Pemikiran | 5 Comments »