Udah dua malam ini saya mimpi aneh. Kemarin malam, saya mimpi bertengkar dengan seseorang dan saat saya memalingkan muka ke belakang, ada tiga makhluk semacam kuntilanak yang berdiri agak jauh menghadap saya. Untungnya wajah mereka ngga kelihatan karena lagi nunduk. Huee.
Nah, waktu saya cerita ke teman saya, dia bilang, biasanya mimpi kayak gitu melambangkan adanya ketakutan-ketakutan yang mungkin tidak saya sadari atau sedang saya hindari.
Waktu KP bulan Juni-Juli yang lalu, saya sering banget mimpi dan menceritakan mimpi saya pada Seli dan Mel. Saya jadi sadar kalau sebenernya saya sering banget mimpi dan entah kenapa gampang mengingat mimpi-mimpi saya, meskipun mungkin ngga secara detil.
Saya ingat, waktu kecil pernah mimpi naik mobil ke luar kota. Saya duduk di kursi penumpang dekat pintu, di belakang supir. Saat mobil masih melaju, pintu di sebelah saya tiba-tiba terbuka dan tubuh saya seperti ditarik keluar.
Kalau dipikir-pikir, mimpi-mimpi saya sering mengambil setting tempat di lokasi yang itu-itu juga. Saya sering merasa dejavu setelah bangun dan mengingat setting tempat mimpi saya. Sebagai contoh, ada sebuah mall yang sering banget muncul di mimpi-mimpi saya. Mall itu besar, kayak dua atau tiga mall digabung jadi satu. Di mall ini banyak banget eskalator dan tangga. Terus, ada gedung parkir yang besar di sebelahnya. Biasanya mall ini jadi setting mimpi-mimpi di mana saya tersesat atau terpisah dari keluarga atau teman-teman saya. Saya harus naik-turun eskalator, keluar-masuk bagian-bagian mall, capek dan putus asa.
Mall tadi juga biasanya jadi setting mimpi-mimpi di mana orang-orang yang saya kasihi mengalami kecelakaan di dekat saya. Saya pernah mimpi sedang di sebuah koridor panjang di salah satu bagian mall ini bersama dengan seorang teman. Sepanjang sisi kiri koridor tersebut berupa dinding kaca, dan kita bisa melihat langit dari situ. Tiba-tiba ada pesawat terbang di luar bergerak ke arah saya dan teman saya, seolah bermaksud menabrak kami. Saya dan teman saya cepat-cepat lari ke arah ujung koridor, tapi sayang pesawat tersebut sudah menabrak dinding kaca sampai runtuh dan teman saya langsung jatuh terluka.
Ada lagi tempat-tempat lainnya yang masing-masing meninggalkan perasaan yang beda-beda kalo udah bangun. Hehee. Saya pernah berpikir, bagaimana ya kalau tempat-tempat itu ternyata benar-benar ada di entah belahan bumi sebelah mana.
Meskipun ada pendapat bahwa kebiasaan tracing dan analisis mimpi bisa membantu seseorang menyadari dan menghadapi masalah-masalah dalam kehidupannya sehari-hari, saya masih ngga tertarik bikin dream journal. Sampai sekarang sih saya masih menganggap bahwa mimpi itu ya mimpi aja. Penambah sensasi saat bobo. Kadang jadi sumber inspirasi. Lebih sering jadi sumber penentu mood di pagi hari.
Udah ah, mau nugas dulu. Moga nanti malam mimpi indah.
- cheers to all -





