Hom.. pim.. pah! A la iyung GAME.. breng!

*maksa bener judul post kali ini… -_-’

Whew. Saya mulai kena sindrom bosan dan malas tingkat menengah ni. Udah dua hari kerjaan cuma main The Sims pakai playstation adik saya. Mana DVD’nya juga aneh. Tiap kali saya udah sampai di level tertentu, tiba-tiba si monitor memunculkan tulisan: “Load failed. Make sure the memory card is bla.. bla.. bla.. endebrei.. endebrei.” Padahal tokoh saya lagi main ke rumah husband-to-be-nya dan tinggal beberapa pangkat lagi menuju jabatan tertinggi.

Sebenarnya saya bukan tipe orang yang suka main game. Dulu sebelum nyokap menginstall The Sims di kompie kami, saya cuma tahu game khalayak ramai macam Solitaire, Freecell dan Mahjong. Kemudian The Sims hadir di tengah-tengah kehidupan kami dan… oh la la… ngga apa-apa juga sih. Hehekh.

Buat orang-orang yang sekali kecantol susah melepaskan diri seperti saya, The Sims itu sangat berbahaya dimainkan di masa-masa sibuk sekolah atau kuliah, apalagi dekat-dekat masa ujian. :D

Continue reading

Brand-timeline Portrait

Minggu lalu, saya jalan-jalan ke blog satu ini dan menemukan sebuah cara kreatif untuk menggambarkan apa yang sudah kita lakukan selama satu hari. Bukan dengan kata-kata, tapi dengan merk dagang. Heh? Merk dagang?

Yup. Seperti kata si empunya blog itu (yang sepengertian saya bekerja di bidang periklanan), coba hitung berapa banyak merk dagang yang kita pakai setiap hari. Kadang kita bahkan ngga sadar kalau barang yang kita pakai itu punya merk. Berawal dari pemikiran itu, lahirlah Brand-timeline Portrait. All you have to do to make one is put in order of use all the brands you’ve consumed/utilized in a day.

Berhubung saya sudah memasuki masa-selesai-UAS-tak-ada-tugas-oh-bingung-rasanya-mau-apa, akhirnya saya memutuskan membuat Brand-timeline Portrait saya sendiri. Berikut timeline hari Minggu 1 Juni 2008 (yep, today!) dari saat saya bangun hingga saat saya mengetikkan blog ini.

Continue reading