I got a bike! Gratis!
Di Taiwan, salah satu mode of transportation-nya adalah sepeda, termasuk di kampus. Sejak awal saya datang, teman-teman saya mengatakan bahwa punya sepeda akan sangat membantu, terutama karena kompleks kampus kami cukup luas. Bagi saya pribadi sebenarnya saya ngga merasa kesulitan dan keberatan berjalan kaki dari asrama ke jurusan saya (atau ke mana pun di kampus). Mungkin karena dulu juga lumayan sering jalan kaki (rute : gerbang depan-gerbang belakang ITB, serta tempat turun angkot-tempat tujuan yang ngga dilewati angkot
)
Anyway, ternyata setiap tahun ada yang namanya hari bagi-bagi sepeda gratis di kampus saya. Tahun ini, pembagian sepeda dilaksanakan kemarin dari pukul 9 pagi sampai 3 sore. Sepeda yang dibagi sebenarnya adalah sepeda-sepeda yang udah ditinggal pemiliknya, mungkin karena lulus atau lainnya. Konon kalau ngantri dari pagi, bisa dapat sepeda yang masih ahey. Tapi semakin siang, sepeda yang tersisa biasanya yang butuh perbaikan ekstra. Anyway, biaya perbaikan masih lebih murah daripada biaya beli baru atau beli seond-hand, jadi pembagian sepeda ini tetap aja menarik buat diikuti. Hehee.
Berhubung saya udah lama banget ngga naik sepeda (terakhir waktu SMP – apa SD ya?? ), plus saya takut sama sepeda yang terlalu besar (takut ga bisa nginjak tanah kalo mau jatuh), akhirnya saya cuma memilih sepeda dengan satu kriteria : PENDEK. Untungnya satu-satunya sepeda yang saya temui dengan kriteria itu masih cukup bagus, hanya perlu diganti satu rem dan kawat remnya. Lebih untung lagi, ternyata teori bahwa “sekali kita bisa naik sepeda maka selamanya akan bisa naik sepeda” ternyata benar. Hahaaa.
Naik sepeda ternyata menyenangkaaan. Mudah-mudahan balik ke Indonesia, kota-kotanya udah lebih memfasilitasi orang-orang untuk naik sepeda sebagai alternatif alat transportasi. (kebayang naik sepeda di tengah kota Medan… langsung berpikir akan cepat mati ketabrak angkot ugal atau kesenggol becak yang ngelawan arah lalin >.<)
- cheers to all -

