Beberapa skenario perolehan topik TA (baca: Tugas Akhir) di kepala seorang Ernestasia :
Jalan-jalan di pasar… “Topik TA! Topik TA! Berbagai jurusan! Dipilih… dipilih… dipilih! Topik TA berbagai jurusan ada! Boleh neng, topik TA’nya?”
“Mang, topik TA’nya berapa satu?”
“Tergantung, neng. Ada KW Super, KW 1, KW 2. Makin tinggi KW’nya, makin dahsyat topiknya neng.”
Hmm… Ngga… Ngga… Kayaknya terlalu murahan topik TA dijual-jual di pasar.
Jalan-jalan di taman… Angin bertiup sepoi-sepoi. Tiba-tiba ada daun pohon yang nemplok di muka Ernest. Duuhh.. bikin kotor muka deh…
Tapi.. tunggu dulu! Apa ini??! Daun kok warnanya putih dengan corak-corak warna biru?? Kayak inversnya seragam korpri??
Studi dan implementasi ihik ihik… cikiciki bumbum alalalaa..
Ternyata pada daun putih tersebut tertoreh dengan manisnya dalam tinta biru sebuah judul TA!!!! Ernest pun melihat berkeliling… dan OQL!!! (*gantinya OMG*) ada pohon yang penuh dengan daun putih bercorak biru tak jauh dari tempatnya berdiri.
Hmm… Ngga… Ngga… Terlalu dongeng dapat topik TA’nya…
Jalan-jalan ga jelas… Tiba-tiba HP Ernest menelurkan suara: “Hatchhiiih!” (*beneran loh itu ringtone saya kalo ada SMS*).
“Sy tnggu Anda di *bla.. bla.. bla..* (alamat disensor, mengantisipasi yang desperate cari topik TA dateng beneran ke sana). J1. Jgn lapor polisi!
Ttd, topik TA”
Ernest pun mengerutkan kening. Pakai topi, tutupi identitas diri. Ambil angkot. Turun. Lewati kerumunan orang. Seberangi jalan. Masuk gang. Keluar gang. Masuk gang. Keluar gang. Akhirnya tiba di sebuah gedung kecil dengan plang BTA. Bank Topik tugas Akhir.
Ernest pun mendorong pintu.
“Ada yang bisa dibantu, Mbak?” sapa Satpam penjaga pintu Bank.
“Iya Pak, saya mau topik TA.”
“Oh.. Silakan diisi dulu form tarik TA’nya. Sebelumnya Mbak pernah bertransaksi di Bank kami?”
Hmm… Gila… gila…
Kenyataan yang terjadi adalah di suatu siang yang sejuk (*karena berada di dalam lab*), setelah menanti selama satu setengah jam (*untung ada adegan ketawa2nya selama penantian itu*), kata-kata inilah yang terlontar dari mulut saya :
“Siang Pak… *perkenalan bla.. bla..* Tapi saya belum ada gambaran sama sekali mau ngangkat topik apa Pak. Mungkin Bapak punya referensi yang bisa saya baca, buat inspirasi?”
Dan keluar dari lab saya pun telah mendapat pencerahan. Terima kasih ya, Tuhan. Meskipun saya tetap bingung dengan pencerahan itu dan kulit saya toh masih gelap-gelap aja meski otak saya sudah semakin cerah, saya bersyukur atas progress yang ada. Terlebih lagi saya bersyukur masih punya sense of humor dan semangat dalam menghadapi segala pengumuman, isu, gosip dan peraturan baru soal TA di prodi saya. Hahahaa.
Semangat!
- cheers to all -