Men-TOEFL (iBT)

Ah. Akhirnya kelar juga test yang satu ini.

Awal Maret yang lalu saya daftar online di ets.org untuk tes TOEFL. Ada pilihan paper-based dan internet-based test. Karena mikir internet itu keren dan canggih, saya pun memilih internet-based. Pas banget ada tes tanggal 10 April 2010 di TBI. Ada rentang waktu sebulan buat belajar dan tempat tesnya ngga jauh pula.

Ternyataa sodara-sodaraaa tanggal 10 April bertepatan dengan wisuda April kampus ter-*uhuk-uhuk*, ITB. Panik pertama datang. Gimana caranyaa bisa tes TOEFL dan ke Sabuga tepat waktu untuk ngucapin selamat ke teman-teman sayaa? (teman SMA saya ada lima looh yang wisuda. *senang, senang*)

Panik kedua muncul kira-kira dua minggu sebelum test. Dengan ngga-mikir-panjangnya, saya beranggapan bahwa TOEFL iBT itu sama dengan TOELF PBT, tapi diberi tambahan tes Speaking. Ternyataa anggapan saya salah!!! TOEFL iBT terdiri atas tes Reading, Listening, Speaking dan Writing. Jadi, ngga ada tes Structure kayak di PBT. Gyaa gyaa. Biaya ikut test ini kan tergolong ngga sedikit, jadi pengennya paling ngga lolos garis amanlah kalo ikut. Darimana belajarnyaaa?

Pertama, saya buka TOEFL iBT Sampler yang disediain oleh ETS waktu saya pertama kali daftar untuk test. Sampler ini nyediain simulasi test iBT, tapi dibatasi. Yang seharusnya Reading Section ada tiga artikel, jadi cuma satu. Listening yang seharusnya ada sembilan audio files, jadi cuma dua, dan seterusnya. Sampler ini ampuh memberi kita gambaran nyata gimana bentuk test iBT, mulai dari tingkat kesulitan bacaan, bentuk conversation/lecture yang bakal kita hadapi di Listening, sampai tipe pertanyaan yang bisa muncul untuk Speaking dan Writing Section. Sampler ini juga pake timer, jadi kita langsung dihadapkan pada situasi test mini. Nah, hanya ada satu peringatan kalau kita mau buka Sampler ini. Sampler ini didesain untuk sekali pakai alias setiap section test cuma bisa dicoba sekali. Sebaiknya Sampler ini langsung dikerjakan sampai selesai, mulai dari Reading sampai Writing. Jangan asal ngeklik tombol keluar. Waktu itu, karena bosan, saya asal ngeklik tombol keluar di tengah-tengah bagian Writing, dan alhasil ngga bisa balik lagi.

Ada beberapa situs yang lumayan oke nyediain contoh-contoh soal untuk test iBT ini. Waktu googling sih, saya lebih fokus nyari contoh-contoh soal untuk Speaking sama Writing Section. Personally, saya sangat terbantu dengan melakukan latihan-latihan Speaking beberapa hari sebelum test. Latihan ini terutama untuk membantu mengatur cara nyampein pendapat dengan teratur dalam batasan waktu yang ditentukan (45-60 detik, tergantung tipe pertanyaannya). Setelah test tadi, saya rasa latihan membaca cepat artikel di layar komputer juga akan sangat membantu. Kecepatan membaca teks di layar komputer kan sedikit lebih lambat daripada kecepatan membaca dari kertas.

Saya senang akhirnya selesai juga test tadi. Ternyata waktunya ngga selama yang dibayangkan. Sekitar 3,5 sampai 4 jam saja. Huehehee. Tinggal nunggu test scorenya online tiga minggu lagi. Semoga hasilnya baguus. :D

- cheers to all –